Apa Itu Bullying?
Bullying. Mungkin istilah tersbut tidak asing di telinga kita. Ya, akhir-akhir ini di televisi banyak sekali berita yang menayangkan kasus bullying. Namun, apa sebenarnya arti dari bullying? Bullying (penindasan) adalah penggunaan kekerasan, paksaan atau ancaman yang digunakan untuk memberikan intimidasi kepada orang lain. Prilaku tersebut dapat berupa pelecehan secara lisan (ancaman), paksaan ataupun kekerasan fisik yang dilakukan pada seseorang secara berualang. Alasannya mungkin karena perbedaan suku, ras, agama, antar golongan, gender, ataupuan seksualitas.
Macam-Macam Bullying
Berdasarkan akibatnya, bullying dapat dikelompokkan ke dalam dua bentuk. Bentuk tersebut meliputi bullying fisik dan psikis.
- Bullying fisik merupakan tindakan penindasan yang dilakukan dengan menggunakan tindakan fisik. Korban bullying fisik ini akan mengalami penderitaan secara fisik seperti luka maupun cedera.
- Bullying psikis merupakan tindakan penidasan yang mengakibatkan korban mengalami trauma secara psikologis, ketakutan, stress, kecemasan maupun depresi.
Selain itu, secara umum bullying dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu bullying verbal, fisik, emosional dan cyber.
- Bullying verbal adalah jenis penidasan yang dilakukan dengan menggunakan kata-kata. Contohnya adalah menghina.
- Bullying fisik adalah jenis penindasan yang dilakukan dengan menggunakan aktivitas fisik. Contohnya adalah memukul, menampar, dan menendang.
- Bullying emosional adalah jenis penindasan yang dilakukan dengan melibatkan perasaan emosional dari korban. Contohnya adalah penghinaan terhadap agama, ras, maupun golongan.
- Bullying cyber adalah penindasan yang dilakukan dengan mamanfaatkan internet. Biasanya Bullyng cyber dilakukan dengan memanfaatkan media social. Contohnya adalah menghina seseorang dengan memanfaatkan media social seperti facebook, twiiter, Instagram, ataupun dengan memanfaatkan blog.
Akibat Bullying
Tindakan bullying selalu menimbulkan dampak yang negative. Bullying tidak hanya berdampak pada korban saja, namun bullying juga berdampak pada pelaku itu sendiri. Berikut merupakan dampak dari bullying baik pada korban maupun pada pelaku.
Dampak bullying pada korban
- Akan menimbulkan kecemasan atau ketakutan pada diri korban. Bagi korban yang masih sekolah, bullying dapak menyebabkan mereka takut untuk datang ke sekolah. Dalam jangka anjang, bullying akan menyebabkan penurunan kepercayaan diri korban. Sehingga korban cenderung untuk menarik diri dari pergaulan. Akibatnya, korban akan menderita stress ataupun depresi.
- Korban melakukan bunuh diri. Tidak jarang korban bullying akan berakhir pada peristiwa bunuh diri. Hal ini dilakukan karena korban merasa tidak kuat menerima penindasan yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok.
- Korban melakukan balas dendam. Tak jarang, korban bullying merasa sangat marah dengan aktivitas bullying yang dilakukan kepadanya. Hal tersebut akan menimbulkan dendam yang mendalam dalam diri korban. Ketika emosinya tidak bisa ditahan, tidak jarang korban bullying akan balik menyerang pembullynya. Tidak jarang peristiwa tersebut mengakibatkan terjadinya pembunuhan.
- Pelaku mengalami kecemasan. Tidak jarang pelaku bullying mengalami kecemasan dalam dirinya. Hal ini disebabkan karena dia melihat dampak dari bullying yang dia lakukan.
- Pelaku menjadi arogan. Arogan timbul diakibatkan oleh perasaan mampu menguasai orang lain. Sehingga pelaku bullying baranggapan bahwa dirinya yang paling hebat dan berkuasa.
- Pelaku menjadi sombong dan tidak mampu membina hubungan yang baik dengan orang lain. Hal ini terjadi akibat pelaku yang menganggap dirinya paling hebat dibandingkan dengan orang lain.
Melihat buruknya dampak dari aktivitas bullying, sudah sepantasnya kita harus bahu membahu untuk melawannya. Jangan sampai anak kita menjadi korban maupun bullying. Salah satu cara mengatasi bullying adalah dengan metode ETP. ETP merupakan akronim dari Edukasi, Terbuka dan Pemantauan. Berikut merupakan penjelasan masing-masing.
Edukasi
Salah satu penyebab terjadi bullying adalah kurangnya pemahaman anak terhadap apa itu bullying. Tidak jarang, pelaku bullying menganggap apa yang dia lakukan bukan merupakan bullying namun hanya sebatas candaan atau permainan.
Dengan pemberian edukasi tentang apa itu bullying, macam-macam bullying dan dampak yang ditimbulkan dari bullying diharapkan mampu untuk membuat anak berpikir ulang jika hendak melakukan bullying kepada temannya.
Terbuka
Bullying akan berlanjut ketika tidak ada orang lain yang mengetahui atau berusaha menghentikan. Salah satu cara mengetahui bullying adalah bersikap terbuka kepada anak.
Terbuka yang dimaksud di sini adalah orantua mau menjadi tempat anak mencurahkan isi hatinya. Begitu juga dengan guru. Guru diharapkan bisa menjadi tempat siswa mencurahkan segala permasalahannya.
Dengan keterbukaan tersebut, orangtua maupun guru akan mampu mendeteksi sejak dini aktivitas bullying. Sehingga bisa melakukan tindakan pencegahan dari awal.
Pemantauan
Jenis bullying yang marak sekarang ini adalah bullying cyber. Untuk mengatasinya, kita harus melakukan pemantauan terhadap social media yang dimiliki oleh anak. Berteman di facebook, follow akun twitter dan Instagram anak. Pantau seluruh aktivitas anak di social media, sehingga indikasi aktivitas bullying dapat diketahui. Jangan sampai anak menjadi pelaku maupun korban dari bullying.
Penanganan maupun pencegahan bullying tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Keterlibatan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Orangtua dan saudara di rumah, Guru dan teman di sekolah serta masyarakat sekitar jika bersinergi akan membentuk barisan yang kuat dalam mengatasi bullying. Ditambah lagi dengan keberadaan LPSK sebagai badan pemerintah yang menangani perlindungan terhadap saksi dan korban, tentu akan membantu mencegah merebaknya bullying di masyarakat. Diam bukan pilihan, mari merapatkan barisan bersama mencegah bullying.
Referensi
Referensi
- www.wikipwdia.com
- www.lpsk.go.id
- www.guruppkn.com
- www.qriyo.com
- www.ncregister.com
- www.wangshintonpost.com






No comments:
Post a Comment